ASESMEN OTENTIK UNTUK KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Oleh : AAIN. Marheani
Asesmen otentik adalah praktik asesmen yang secara langsung dan bermakna , dalam arti , apa yang diases adalah merupakan sesuatu yang benar-benar diperlukan dalam kehidupan nyata siswa. Sebagai contoh, dalam pembelajaran metematika seorang siswa belumlah dikatakan belajar seacara bermakana bilamana dia belum mampu menggunakan rumus-rumus matematis yang dipelajarinya untuk menyelesaikan suatu masalah sehari-hari, seperti ketika kita berbelanja. Oleh karena itu, dalam pembelajaran sangat perlu dilakukan asasmen otentik untuk menjamin pembentukan kompetensi riil pada siswa. Kita selalu ingat dengan kalimat Mochtar Buchori, seorang pendidik senior, yang mengatakan bahwa pendidikan yang bermakna dapat menolong kita untuk hidup dengan lebih baik, sedangkan pendidikan yang tidak bermakana hanya menjadi beban hidup ( Buchori, 2000). Jelas, amanat KTSP agar penilaian dilakukan dengan asesmen otentik, sehingga pembelajaran benar-benar mencerminkan kebermakanaan bagi siswa.

Penggunaan asesmen otentik sangat erat hubungannya dengan kompetensi. Dalam KTSP dikenal istilah Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang tertunjukkan dalam kebiasan berpikir dan bertindak untuk menyelesaikan suatu masalah yang di hadapi. Jelas dari pengertian tersebut bahwa kompetensi tidak diasumsikan telah terbentuk pada diri siswa , namun harus benar-benar tertunjukkan dalam suatu kinerja. Oleh sebab itu, jenis- jenis tes objektif, bukan alat yang baik untuk mengukur tingkat kompetensi siswa. Sebaliknya jenis-jenis asesmen otentik seperti asesmen kinerja dan portofolio lebih relevan untuk mengukur kompetensi. Sebagai conto perbandingan, untuk mengetahui apakah siswa apakah siswa memiliki kompetensi menulis sebuah paragraph deskriptif adalah dengan cara meminta siswa menulis karangan deskriptif, kemudian hasil karya siswa tersebut diases dengan cara membandingkan kualitas paragraph tersebut dengan paragraph standar atau diases dengan sebuah rubrik penilaian , dengan demikian kompetensi dari setiap siswa dapat kita lihat dari kegiatan tersebut.

Asesmen otentik mengharuskan pembelajaran berpusat pada guru sebab belajar adalah siswa. Sangatlah tidak tepat bila guru melakukan hal yang semestinya dilakukan oleh siswa. Sebagai contoh, untuk mengenal habitat sungai(IPA), siswa mesti melihat sendiri habitat tersebut (melihat langsung ke lokasi, melihat video, atau gambar-gambar), kemudian menyampaikan apa yang telah dia lihat, bukan guru yang menceritakan habitat sungai kepada siswa. Jika terjadi hal yang demikian maka siswa akan pasif dan hanya mendengarkan saja penjelasan guru, maka pembelajaran tersebut tidak riil dan tidak otentik. Bagaimana mengases hasil belajar otentik ? misalnya pada pembelajaran eksperimen mebedah katak (pengenalan organ katak ), maka asesmen dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung.

Asesmen otentik memiliki sifat-sifat : 1. berbasis kompetensi, yaitu asesmen yang mampu memantau kompetensi seseorang, 2. individual, kompetensi setiap orang tidak sama rata. Asesmen otentik dapat secara langsung mengukur kemampuan individu. 3. berpusat pada siswa , karena dilakukan, direncanakan dan dinilai oleh siswa sendiri. 4. open ended, dalam arti percepatan penyelesaian tugas tugas otentik tidak bersifat uniformal dan klasikal, dan juga kinerja yang dihasilkan sama antar individu di suatu kelas. 5. terintegrasi denngan proses pembelajaran, dengan demikian siswa tidak selalu dalam situasi tes. 6. on going, oleh karena asesmen ini harus dilakukan secara langsung pada saat proses pembelajaran. Sifat asesmen otentik yang komperhensif ini juga dapat mebentuk unsure-unsur metakognisi dalam diri siswa seperti sisk-taking, kreatif, mengembangkan kemampuan berfikir tingkat tinggi dan divergen. Jenis-jenis asesmen otentik meliputi asesmen kinerja, evaluasi diri, esai, proyek, dan portofolio.

2 Responses to “ASESMEN OTENTIK UNTUK KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN”


  1. 1 senopatiarthur 31 Desember 2008 pukul 12:31 am

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://pendidikan.infogue.com/asesmen_otentik_untuk_kurikulum_tingkat_satuan_pendidikan

  2. 2 ernes dwi andika 9 Januari 2009 pukul 11:18 am

    matursuwun sanget pak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: