Metode CTL

Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning ) adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari,sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas,sedikit demi sedikit,dan dari proses mengkonstruksi sendri sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat.

***

Sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus di hafal. Kelas masih berfokus kepada guru sebagai sumber utama pengetahuan,kemudian ceramah masih menjadi jurus pemungkas para guru dalam mengajar. Untuk itu,diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta,tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri.
Berpijak dari pandangan itu, filosofi konstruktivisme pun berkembang. Dasarnya, pengetahuan dan keterampilan sisiwa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. Kemudian siswa yang harus mengkonstruksikan sendiri pengetahuannya.

***

Karakteristik dari CTL:
1. Melakukan hubungan yang bermakna.
2. Melakukan kegiatan yang signifikan
3. Belajar yang diatur sendiri
4. Bekerja sama
5. Berpikir kritis dan kreatif
6. Mengasuh dan memelihara pribadi siswa
7. Mencapai standar yang tinggi
8. Menggunakan penilaian autentik.

***

Kata kunci CTL :
1. Real world learning
2. Mengutamakan pengalaman nyata (siswa belajar dari mengalami dan menemukan sendiri)
3. Berfikir tinkat tinggi
4. Berpusat pada siswa
5. Siswa aktif,kritis,kreatif
6. Pengetahuan bermakna dalam kehidupan
7.Dekat dengan kehidupan nyata
8. Perubahan prilaku
9. Siswa praktek
10. Memecahkan masalah.
11. Hasil belajar diukur dengan berbagai cara,bukan dengan tes.

***

Fokus CTL:
1. Belajar berbasis masalah.
2. Pengajaran autentik
3. Belajar berbasis inquiri/menemukan sendiri
4. Belajar berbasis proyek/tugas
5. Belajar berbasis kerja
6. Belajar berbasis jasa layanan
7. Belajar berbasis kooperatif

***

Komponen CTL:
1. Konstruktivisme, kembangkan bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri,menemukan sendiri,dan mengkonstruksi sendiri.
2. Inquiri, laksanakan kegiatan inquiri untuk mencapai kompetensi yg diinginkan disetiap bidang studi
3. Bertanya, kembangkan sifat ingin tahu dengan bertanya
4. Masyarakat belajar, agar siswa bisa belajar mengkondisikan diri dengan lingkungan
5. Pemodelan, tunjukkan model sebagai contoh pembelajaran. (benda,guru,siswa,dll)
6. Refleksi, lakukan di akhir pertemuan agar siswa merasa bahwa hari ini mereka belajar sesuatu.
7. Penilaian yang sebenarnya, lakukan penilaian dari berbagai sumber dan dengan berbagai cara.
(Nurhadi,dkk.Pembelajaran Kontekstual.Universitas Negeri Malang. Surabaya)

3 Responses to “Metode CTL”


  1. 1 iswan matalauni 19 Maret 2009 pukul 3:11 am

    jika memang ctl memang sebagai proses belajar pada dunia nyata umumnya pada kelas bisa tidak anda berikan contoh yang lebih nkongkrit tentang kalimat yang anda maksud?

  2. 2 yadi,sma"17" 1 Yogya 1 Februari 2010 pukul 11:06 am

    As w w. Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning ),akan dilakukan dengan sungguh sungguh oleh bapak / ibu guru ,karena masuk pada instrumen supervisi pengawas,mulai Feb 2010.

    Walaupun standar proses lahir 2006,para alumnus UNY dulu IKIP sudah sangat menguasai ctl sejak kuliah metodik didaktik,betul khan.Sugeng mucal kemawon.Wass w w.

  3. 3 ullah 16 Mei 2010 pukul 9:35 am

    yang lebih lengkap dong supaya pembaca juga puas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: