Model Pembelajaran Inovatif

Apabila materi yang anda sampaikan selama ini kurang dapat dicerna dengan baik oleh siswa, mungkin salah satu penyebabnya karena penggunaan metode yang salah. Di bawah ini terdapat beberapa metode belajar yang ampuh diterapkan pada anak-anak yang perkembangan otaknya masih berada dalam stadium oprasional konkret, juga baik diterapkan pada anak yang berada pada stadium oprasional formal.

A. JigSaw
1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Kelas dibagi kedalam beberapa kelompok
3. Guru memanggil perwakilan kelompok dan menjelaskan materi kepada mereka
4. Tiap perwakilan kelompok kembali ke kelompoknya dan menyampaikan materi yang telah di sampaikan oleh guru,setelah itu anda bisa melanjutkan kegiatan ini dengan presentasi anggota kelompok,ataupun kegiatan yang lain yang dapat memastikan apakah materi sudah disampaikan dg baik oleh tiap perwakilan tadi.

B. Kepala Bernomer
1.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
2.Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dan tiap anggota kelompok memiliki nomor urut yang berlaku untuk semua kelompok,mis. No urut 1-5.
3. Guru menyampaikan materi atau siswa diminta membaca materi yang sudah disediakan
4. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa,dan siswa diminta untuk mendiskusikannya,pastikan seluruh anggota mengetahui jawabannya
5. Guru menyebutkan satu nomer urut,misalnya nomer urut 2,jadi tiap anggota kelompok yang memiliki nomer urut 2 harus menjawab.

C. Role Playing
1. Guru menyusun skenario drama yang akan ditampilkan,skenario ini harus disisipi materi yang akan di ajarkan. Naskah diserahkan kepada beberapa siswa beberapa hari sebelumnya.
2.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
3.Siswa yang telah diberikan naskah diminta untuk melakonkan naskahnya didepan kelas,sedangkan siswa yang lain memperhatikan, kegiatan selanjut bisa anda tentukan sendiri.

D.Talking Stik
1.Guru menyiapkan tonkat
2.Guru meminta siwa buku materi
3.Setelah selesai membaca siswa diminta menutup buku.
4.Siswa diminta membentuk lingkaran
5.Sebuah tongkat diserahkan pada seorang siswa,kemudian siswa diminta menyanyikan lagu,tonkat dipindahkan keteman di sebelahnya seiring dengan lagu,apabila lagu selesai tongkat pun berhenti,kemudian pertanyaan diberikan kepada pemegang tongkat.

E. Bertukar Pasangan
1. Tiap siswa mencari pasangan
2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakannya secara berpasangan
3. Siswa diminta bertukar pasangan skaligus bertukar informsi tugas. Pertukaran dilakukan sebanyak 5x, kemudian tiap pasangan menyampaikan pekerjaannya.
4. Pertanyaan diganti,dst.

F. Facilitator and explaining
1. Guru melakukan demonstrasi/ceramah didepan kelas
2. Setelah itu siswa mendiskusikan materi yang telah disampaikan
3. Siswa menyampaikan hasil diskusi

G. STAD / student team achievment divisions
1.Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok yang heterogen,tiap kelompok diberikan lembas kerja
2. Tiap kelompok di berikan sebuah materi kemudian mendiskusikannya
3. Hasil diskusi dituangkan dalam lembar kerja.

H. GI / group investigasi
1. Seleksi topik, para siswa memilih topik dalam suatu wilayah umum yang biasanya digambarkan dulu oleh guru. Siswa dbntuk menjadi beberapa kelompok yang hetero.
2. Merencanakan kerja sama: Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yg konsisten dg berbagai topik dan subtopik yg telah dipilih pada langkah 1
3.Implementasi. Para siswa merencanakan rencana yg telah dirumuskan pada langkah 2.Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan keterampilan dengan variasi yg luas dan mendorong siswa untuk menggunakan berbagai sumber.
4.Analisis dan sintesis: para siswa menganalisis dan mensintesiskan berbagai informasi yg diperoleh pada langkah 3, dan merencanakan agar dapat diringkas dalam suatu penyajian yg menarik di depan kelas
5.Penyajian hasil: semua kelompok menyajikan suatu presentasi yg menarik dari berbagai topik yg telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu persepektif yg luas mengenai topik tersebut
6.Evaluasi

I. Think Pair Share
1. Guru mengajakan pertanyaan atau isu yang terkait dengan pelajaran dan siswa diberi waktu satu menit untuk berpikir sendiri mengenai jawabn atau isu tersebut.(thinking)
2. Siswa dijinkan untuk mendiskusikan mengenai apa yg didiskusikan(pairing)
3. Siswa mengemukakan hasil diskusi

1 Response to “Model Pembelajaran Inovatif”


  1. 1 senopatiarthur 31 Desember 2008 pukul 12:31 am

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://pendidikan.infogue.com/model_pembelajaran_inovatif


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: