MODEL EXPERIENTIAL LEARNING bag. 1

Model Experiental Learning
Penerapan metode experiential dalam pembelajaran menulis, siswa diharapkan mampu menuangkan ide-idennya kedalam tulisan, karena dengan pengalaman secara langsung, siswa dapat merasakan, tanpa dibatasi oleh jarak, ruang dan waktu. Dengan demikian, fakta yang berupa pengalaman-pengalaman siswa dapat dengan mudah dituangkan ke dalam tulisan. Semakin banyak ppengalaman yang dialami siswa, semakin banyak pula kemungkinan untuk menghasilkan tulisan yang hidup khususnya dalam menulis puisi.
Experiential learning sering kali diidentikkan dengan kegiatan out bound, yaitu pelatihan yang membawa peserta ke alam terbuka. Banyak metode yang digunakan di dalamnya mulai dari simulasi, demonstrasi, memecahkan masalah, observasi langsung, dan metode-metode lainnya. Pembelajaran yang dimaksudkan tersebut merupakan penyempitan dari makna experiential learning itu sendiri. Akan tetapi, dalam hal ini metode yang ditekankan adalah metode observasi langsung, karena dalam kenyataannya pengalaman siswa selalu melalui tahap observasi. Jadi, dengan melakukan observasi langsung, siswa tersebut dapat memiliki pengalaman nyata mengenai apa yang sudah dialami. Dalam maknanya, experiential learning secara sederhana dapat diartikan sebagai pembelajaran melalui pengalaman. Hal tersebut, menjelaskan bahwa seseorang diarahkan untuk belajar melalui proses menglami sendiri topic yang sedang dipelajarinya (http://adiesam.blogspot.com/2007/11/experiential-learning.html).
Betapa tingginya nilai suatu pengalaman, hal tersebut kan memberikan sumbangsih bagi perkembangan jiwa anak , sehingga dijadikanlah pengalaman itu sebagi suatu model pembelajaran. Pembelajaran model ini menyediakan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan belajar secara aktif dan dengan personalisasi yang kemudian di tuangkan melalui tulisan. Lebih lanjut, Hamalik menyatakan bahwa pengajaran berdasarkan pengalaman memberi para siswa seperangakat atau serangakian situasi belajar dalam bentuk keterlibatan pengalaman sesungguhnya yang dirancang oleh guru (Hamalik,2003:222) Cara ini mengarahkan para siswa dalam hal memperoleh lebih banyak pengalaman dengan cara keterlibatan secara aktif dan personal, dibandingan dengan bila mereka hanya melihat ateri atau konsep. Dengan demikian, belajar berdasarkan pengalaman lebih terpusat pada pengalaman-pengalaman belajar siswa yang bersifat terbuka dan siswa mampu membimbing diri sendiri sehingga pengalaman tersebut bias dituangkan kedalam tulisan khususnya dalam menulis puisi.
Berdasarkan pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model experiential learning dapat membantu siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri. Siswa dapat menggunakan pengetahuan yang diprolehnya dari pengalaman yang dialaminya untuk membuat sebuah tulisan baru (Depdiknas, 2002:11). Siswa dapat memperoleh informasi tentang teori menulis yang dipelajarinya dari pengalaman yang dialaminya. Informasi yang diproleh dari pengalaman sendiri pasti lebih baik dan lebih tahan lama.
Hal yang perlu diperhatikan dalam Experiental Learning
Seperti halnya model pembelajaran lainnya, dalam menerapakan model experiental learning guru harus memperbaiki prosedur agar pembelajarannya berjalan dengan baik. Hamalik (2001:213), mengungkapkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam model pembelajaran experiental learning adalah sebagai berikut :
1. Guru merumuskan secara seksama suatu rencana pegalaman belajar yang bersifat terbuka (open minded) mengenai hasil yang potensial atau memiliki seperangkat hasil-hasil tertentu.
2. Guru harus bias memberikan rangsangan dan motivasi pengenalan terhadap pengalaman.
3. Siswa dapat bekerja secara individual atau bekerja dalam kelompok-kelompok kecil/keseluruhan kelompok di dalam belajar berdasarkan pengalaman.
4. Para siswa di tempatkan pada situasi-situasi nyata, maksudnya siswa mampu memecahkan masalah dan bukan dalam situsi pengganti.
Contohnya : Di dalam kelompok kecil siswa membuat miniatur kota dengan mengguakan potongan-potongan kayu, bukan menceritakan cara membangun suatu miniatur kota.
5. Siswa aktif berpartisipasi di dalam pengalaman yang tersedia, membuat keputusan sendiri, meneriama kosekuensi berdasarkan keputusan tersebut.
6. Keseluruhan kelas menyajikan pengalaman yang telah dituangkan ke dalam tulisan sehubungan dengan mata pelajaran tersebut untuk memperluas pengalaman belajar dan pemahaman siswa dalam melaksanakan pertemuan yang nantinya akan membahas bermacam-macam pengalaman tersebut.
Selain beberapa hal yang harus diperhatikan dalam model pembelajaran experiental learning diatas, guru juga harus memperhatikan metode belajar melalui pengalaman ini, yaitu meliputi tiga hal di bawah ini.
1. Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens induktif, berpusat pada siswa dan berorientasi pada aktivitas.
2. Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah proses belajar, dan bukan hasil belajar.
3. Guru dapat menggunakan strategi ini dengan baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Berdasarkan pendapat diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran experiental learning disusun dan dilaksanakan dengan berangkat dari hal-hal yang dimilki oleh peserta didik. Prisip inipun berkaitan dengan pengalaman di dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan serta dalam cara-cara belajar yang biasa dilakukan oleh peserta didik (Sudjana, 2005:174).

2 Responses to “MODEL EXPERIENTIAL LEARNING bag. 1”


  1. 1 Uwes 14 April 2009 pukul 7:10 am

    yups. experiential learning jangan dipersempit penerapannya seperti hanya dalam outbound. Contoh praktis dapat dilihat disini: http://fakultasluarkampus.net/contoh-model-pembelajaran-experiential/

  2. 2 AHMAD SUKARYO,SPdI 7 Desember 2009 pukul 1:19 am

    Setuju,dan artikel ini sangat membantu saya di dalam memperbanyak perbendaharaan model-model pembelajaran yang serba membingungkan padahal tugas kami cukup berat yakni mencerdaskan kehidupan bangsa………………..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: